Tugas Pokok dan Fungsi ( TUPOKSI )

TUGAS POKOK DAN FUNGSI ( TUPOKSI ) 

ANGGOTA LIN 

  1. Anggota LIN adalah anggota yang terdaftar dan memiliki NRA ( Nomor Registrasi Anggota )

  2. Dalam bertugas memberikan laporan kepada Badan Negara anggota LIN selalu membawa KTA dan surat tugas serta seragam PDH Lembaga Investigasi Nasional

  3. Anggota LIN dibekali Surat Tugas Khusus ( STK ) yang di keluarkan oleh DPP LIN untuk penugasan khusus

  4. Anggota LIN melakukan Investigasi secara tertutup dengan melakukan undercover ( penyamaran ) baik melakukan lidik maupun wawancara dengan narasumber

  5. Anggota LIN memiliki tugas utama mengumpulkan barang bukti dugaan penyimpangan hukum 

  6. Anggota LIN wajib memberikan laporan kerja kepada DPD dan diteruskan kepada DPP sebagai bentuk pertanggung jawaban tugas anggota

  7. Anggota bersama DPD dapat mengadakan kerjasama ( MOU ) dengan badan negara yang berada di wilayahnya seperti kepolisian,kejaksaan,BNN ,dan sebagainya dengan diketahui oleh DPP

  8. Anggota LIN juga memiliki fungsi sebagai pengawas dan pemantau dari dugaan penyimpangan hukum yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat maupun badan negara

  9. Anggota LIN memiliki fungsi sebagai penerima layanan aduan masyarakat serta pendampingan hukum

  10. Anggota LIN yang tidak melaporkan kegiatan investigasi di lapangan kepada DPD akan dianggap melakukan pelanggaran dan akan menerima konsekwensi teguran sampai pemecatan menjadi anggota

  11. Anggota LIN dilarang menerima uang dan hadiah sebagai gratifikasi kasus dan akan diberikan sangsi pemecatan langsung serta pidana

  12. Anggota LIN wajib hadir dalam rapat keanggotaan yang diadakan oleh DPD termasuk didalamnya membantu pengembangan anggota DPD sesuai bidang yang ditentukan

  13. Anggota LIN harus bekerja sesuai dengan bidang keanggotaan yang di amanahkan oleh DPD

  14. Jika anggota LIN menemukan dugaan kasus yang bukan di bidangnya maka wajib di kordinasikan kepada DPD untuk dikordinasikan kepada bidang yang bersangkutan

  15. Anggota LIN dalam penugasan tidak diizinkan  membawa senjata api,senjata jenis soft gun maupun senjata tajam ,untuk pembelaan diri anggota diizinkan memakai stunt gun ( senjata kejut listrik ) dengan penggunaan yang tidak bertentangan dengan UU Darurat RI

  16. Hal lain yang belum diatur dalam Tupoksi ini akan di tuangkan dalam revisi addendum Tugas Pokok dan Fungsi Anggota